Sabtu, 16 Desember 2017

SEJARAH PERKEMBANGAN PRAMUKA DI INDONESIA

SEJARAH PERKEMBANGAN PRAMUKA DI INDONESIA


NO
TANGGAL
URAIAN
1
1912
Organisasi kepanduan saat ini masih menggunakan bahasa Belanda yakni Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO)
2
1916
NPO berubah namanya menjadi Nederlands-Indische Panvinders Vereeniging (NIPV). Pada tahun ini juga atas prakarsa SP Manggunegara VII didirikan Javaansche Padvinders Organisatie (JPO)
3
1920
Padvinder Muhammadiyah berganti nama menjadi Hizbul Wathan (HW), Budi Utomo mendirikan Nationale Padvinderij, Sarikat Islam mendirikan Syarikat Islam Afdeling Padvinderij/Syarikat Islam Afdeling Pandu (SIAP), Jong Islamieten Bond mendirikan Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ), Pemuda Indonesia mendirikan Indonesische Nationale Padvinders Organisatie (INPO).
4
1928-1935
Bermunculannya gerakan kepanduan Indonesia baik yang bernafaskan kebangsaan  maupun keagamaan.
A. Bernafaskan Kebangsaan :
1. PI (Pandu Indonesia)
2. POP (Padvinders Organisatie Pasundan)
3. PK (Pandu Kesultanan)
4. SPK (Sinar Pandu Kita)
5. KRI (Kepanduan Rakjat Indonesia)
B. Bernafaskan Keagamaan :
1. PA (Pandu Ansor)
2. Al Wathoni
3. HW (Hizbul Wathan)
4. KII (Kepanduan Islam Indonesia)
5. IPO (Islamitische Padvinders Organisatie)
6. KAKI (Kepanduan Asas Katolik Indonesia)
7. KMI (Kepanduan Masehi Indonesia)
8. TD (Tri Darma)-kristen
5
23 Mei 1928
Dibentuk PAPI (Persaudaraan Antar Pandu Indonesia) merupakan sebuah federasi  dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ, dan PPS (Pandu Pemuda Sumatera).
6
1930
Berdiri KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia)
7
1938
Berdiri BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia)
8
19-23 Juli 1941
BPPKI merencanakan All Indonesian Jambore di Yogyakarta dengan perubahan nama menjadi PERKINDO (Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem)
9
1942-1945
Selama periode ini gerakan kepanduan Indonesia mengalami stagnasi karena dilarang oleh penjajah Jepang. Penjajah Jepang tidak suka terhadap sesuatu yang berbau persatuan atau nasionalisme Indonesia. Sedangkan gerakan kepanduan Indonesia sangat menjunjung nilai-nilai persatuan dan nasionalisme. Pada periode ini banyak
10
27-29 Desember 1945
Diadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia (KKKI) di Surakarta. Hasil kongres adalah dibentuknya PRI (Pandu Rakyat Indonesia)
11
1 Februari 1947
Oleh pemerintah RI, PRI diakui sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan No. 93/Bag.A tertanggal
 1 Februari 1947.
12
17 Agustus 1948
Pada peringatan HUT RI ke-3 saat diadakan acara api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur No.56 Jakarta, Soeprapto (salah seorang pandu) gugur ditembak Belanda. Peristiwa ini malah mendorong berdirinya perkumpulan kepanduan yang lain :
1. KPI (Kepanduan Putera Indonesia)
2. PPI (Pandu Puteri Indonesia)
3. KIM (Kepanduan Indonesia Muda)

13
20-22 Januari 1950
PRI mengadakan Kongres ke-2 di Yogyakarta. Salah satu keputusannya adalah mencabut Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan No. 93/Bag.A tertanggal 1 Februari 1947.
14
6 September 1951
Diterbitkan Keputusan Menteri PP dan K Nomor 2344/Kab tentang pencabutan Keputusan Menteri PP dan K No. 93/Bag.A
15
16 September 1951
Diputuskan berdirinya IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) sebagai suatu federasi yang diprakarsai oleh wakil-wakil organisasi kepanduan Indonesia.
16
1953
IPINDO menjadi anggota kepanduan sedunia. IPINDO khusus untuk kepanduan putera, sedangkan untuk kepanduan puteri ada 2 federasi :
1. PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)
2. POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia)
17
10-20 Agustus 1955
IPINDO menyelenggarakan Jambore Nasional di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta.
18
Januari 1957
IPINDO menyelenggarakan seminar kepanduan bertempat di Tugu, Bogor
19
November 1958
Pemerintah RI/Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor dengan topic Penasionalan Kepanduan.
20
1959
PKPI mengadakan Perkemahan Besar atau disebut juga Desa Semanggi bertempat di Ciputat.
21
1959
IPINDO mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di Mount Makiling, Filipina.
22
3 Desember 1960
Dengan dikeluarkannya Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tanggal 3 Desember 1960 tentang Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Ada beberapa pasal yang berkaitan dengan kepanduan :
1. Pasal 330 C, dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila
2. Pasal 741, penertiban tentang kepanduan
3. Pasal 349 Ayat 30, pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan
     Menyetujui rencana pemerintah untuk mendirikan pramuka
4. Lampiran C Ayat 8, Kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord
     Baden Powell.
23
9 Maret 1961
Presiden Sukarno mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia untuk membahas tentang pembaharuan kepanduan yang diantaranya mengganti sebutan kepanduan menjadi pramuka (Praja Muda Karana). Tokoh-tokoh yang hadir antara lain :
1. Sri Sultan Hamengku Buwono IX
2. Prof. Prijono (Menteri PP dan K)
3. Dr. A Azis Saleh (Menteri Pertanian)
4. Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan
     Masyarakat Desa)
Tanggal ini diperingati sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka
24
11 April 1961
Diterbitkan Keputusan Presiden  RI Nomor 121 tahun 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia terdiri dari :
1. Sri Sultan Hamengku Buwono IX
2. Prof. Prijono (Menteri PP dan K)
3. Dr. A Azis Saleh (Menteri Pertanian)
4. Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan
     Masyarakat Desa)
5. Muljadi Djoyo Martono (Menteri Sosial)
25
20 Mei 1961
Terbit Keppres Nomor 238 tahun 1961 yang menetapkan bahwa Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja.
26
30 Juli 1961
Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka bertempat di istana olah raga Senayan. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.
27
14 Agustus 1961
Pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas (Kwartir Nasional), dan Kwarnari (Kwartir Nasional Harian) di istana Negara. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Pramuka.
Yang menjadi Ka Mapinas adalah Ir. Soekarno, Ka Kwarnas adalah
Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Ka Kwarnari oleh Dr. A Azis Saleh.
28
1988
Diadakan Munas Gerakan Pramuka di Dili, Timor Timur. Salah satu keputusannya adalah mengukuhkan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dengan Surat Keputusan Nomor 10/MUNAS/88.
29
2010
Lahir Undang-Undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010

2-5 Desember 2013
Diadakan Munas Gerakan Pramuka di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Beberapa hasil keputusannya :
1. Memilih Adhyaksa Dault sebagai  Ka Kwarnas masa bakti
     2013-2018
2. Perubahan AD/ART Gerakan Pramuka
3. Pengukuhan dan peresmian tiga satuan karya (saka) pramuka baru
     yang berlaku secara nasional
4. Perkemahan Pramuka Luar Biasa Tahun 2015
5. Pelaksanaan Jambore Nasional Tahun 2016
6.  Lomba Tingkat V Tahun 2017
7. Raimuna Nasional Tahun 2017
8. Merekomendasikan agar segera mengajukan Judicial Review ke MK
     (Mahkamah Konstitusi) terkait UU No. 12 Tahun 2010 tentang
     Gerakan Pramuka karena ada beberapa pasal yang dinilai tidak
     sejalan dengan ruh Gerakan Pramuka.
30
2014
Pendidikan kepramukaan menjadi kegiatan ekstra kurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah, pada implementasi Kurikulum 2013 dengan dasar hukumnya adalah Permendikbud no. 63 Tahun 2014.
31
13 - 21 Agustus 2017
Pelaksanaan Raimuna Nasional XI di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Dihadiri oleh 15.000 anggota pramuka dalam negeri dan 7 negara dari luar negeri (Malaysia, Singapura, Taiwan, Pakistan, Nepal, India, Bangladesh). Raimuna = Pertemuan Pramuka Penegak (usia 16-19 tahun) dan Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun) dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka.
Dalam pidato pembukaan, Ka Kwarnas menyatakan bahwa :
1. Gerakan Pramuka di Indonesia telah berusia 56 tahun
2. Jumlah anggota pramuka sudah mencapai 22.000.000 orang

Rabu, 13 Desember 2017

TOKOH PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL

TOKOH PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL

NO
NAMA TOKOH
RESUME TEORI
1
Malcolm Shepherd Knowles (Amerika Serikat, 24 Agustus 1913 – 27 Nopember 1997)
“Bahaya terbesar bagi kelangsungan peradaban hidup manusia bukanlah perang atom, pencemaran lingkungan, ledakan penduduk, deplesi sumber daya alam,  atau krisis kontemporer lainnya, tetapi penyebab yang melandasi adalah cepat usangnya kehidupan manusia. Satu-satunya harapan sekarang tampaknya adalah crass program untuk melengkapi kembali generasi orang dewasa dengan kompetensi yang dibutuhkan, sehingga bisa berfungsi secara memadai dalam kondisi perubahan zaman yang terus berputar. Hal ini adalah kebutuhan yang paling mendalam dan tantangan luar biasa bagi pendidikan orang dewasa pada masyarakat modern.”
Tahun 1960 Knowles mulai menerapkan metode pendidikan informal dalam suasana sistem  akademis formal di Universitas Chicago. Knowles mulai memperkenalkan istilah “andragogi” sebagai sebuah teknologi baru untuk belajar orang dewasa.
 Ada 7 langkah proses andragogi :
1. Menetapkan iklim pembelajaran kooperatif
2. Menciptakan mekanisme untuk perencanaan bersama
3. Mengatur diagnosis kebutuhan dan kepentingan pelajar
4. Memungkinkan perumusan tujuan belajar berdasarkan
    Kebutuhan dan kepentingan diagnosis
5. Mendesain aktivitas untuk mencapai tujuan
6. Melaksanakan desain dengan memilih metode, materi, dan
    Sumber daya
7. Mengevaluasi kualitas pengalaman belajar sambil
    Mendiagnosis kembali kebutuhan untuk belajar lebih lanjut.
2
Ivan Illich (Austria, 04 September 1926 – 02 Desember 2002)


“Belajar harus lebih banyak dilakukan di rumah, di kantor, dan di dapur, dalam konteks dimana pengetahuan dikerahkan untuk memecahkan masalah dan untuk menambah nilai kehidupan.”
Pendidik harus dibebaskan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan ide-ide mereka tanpa terpaku pada kurikulum baku dan akan menjadi lebih efektif.”
Ivan Illich adalah seorang yang anti kelembagaan, dalam bukunya Deschooling Society (1971), ia menulis kritik pelanggaran sistem pendidikan menurutnya sekolah hanya membuat orang bodoh.
Menurut Ivan Illich ada 4 pendekatan berbeda yang memungkinkan siswa untuk mendapatkan akses sumber daya pendidikan :
1. Referensi pelayanan pendidikan
2. Pertukaran kecakapan (Skill exchange)
3. Pasangan sebaya (Peer-matching)
4. Referensi pelayanan untuk pendidik.

3
Paulo Freire (Brazil,
19 September 1921 – 02 Mei 1997)
Dalam bukunya Pedagogy of the Oppressed, Paulo Freire menuliskan  “Pendidikan adalah sebuah jalan untuk menuju pembebasan permanen, melalui 2 tahap :
1. Dengan pendidikan orang menjadi sadar dari penindasan
     yang mereka alami, dan ia mulai mengubah keadaan.
2. Dibangun berdasarkan tahap pertama dan merupakan proses
     permanen aksi pembebasan budaya.



4
Carl Ransom Rogers (Amerika Serikat,
 08 Januari 1902 – 04 Februari 1987)
Dalam bukunya The Freedom to Learn, Carl Ransom Rogers menuliskan 6 Prinsip Dasar Humanistis :
1. Manusia mempunyai kemampuan belajar secara alami
2. Belajar yang efektif apabila materi pelajaran mempunyai
     relevansi dengan apa yang dirasakan siswa
3. Belajar yang menyangkut perubahan pada diri siswa
     cenderung dianggap mengancam dan ditolaknya
4. Belajar yang bermakna adalah belajar yang melibatkan siswa
5. Proses kegiatan belajar  mengajar akan lancar bilamana siswa
     dilibatkan dalam proses pengajaran itu sendiri
6. Kepercayaan diri, kemerdekaan dan kreativitas lebih mudah
     dicapai jika siswa dibiasakan untuk introspeksi diri dengan
     cara mengkritik dirinya sendiri.
Menurut Carl Ransom Rogers peran guru sangat fundamental untuk menentukan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh para siswa, sehingga guru dituntut Aktraktif, Kreatif, dan Fasilitatif. Adapun ciri guru fasilitatif menurut Carl Ransom Rogers, sebagaimana yang telah diteliti oleh Aspy dan Roebuck pada tahun 1975 adalah :
1. Respek terhadap perasaan siswa
2. Melibatkan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang
     Direncanakan
3. Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
4. Selalu menghargai pendapat siswa
5. Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan
6. Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa
7. Ramah dan sopan terhadap siswa.

Menurut Carl Ransom Rogers belajar dianggap berhasil jika peserta didik mampu memahami dirinya sendiri serta lingkungannya.
 
5
Antonio Gramsci (Italy,
22 Januari 1891 -  27 April 1937)
“Semua orang adalah intelektual, tetapi tidak semua manusia memiliki fungsi intelektual. Artinya adalah bahwa setiap orang mempunyai akal dan menggunakannya, tetapi tidak semua intelektual dengan fungsi social, kreativitas berpartisipasi aktif dalam kehidupan praktis.”
Arti penting pendidikan informal bagi Antonio Gramsci terletak pada 3 aspek :
1. Dengan penjelasan dari pengertian hegemoni memberikan
     kita dengan cara datang untuk memahami konteks dimana
     sebenarnya fungsi pendidik informal dan kemungkinan kritik
     serta transformasinya
2. Keprihatinan terhadap peran intelektual organic yang
     memperdalam pemahaman kita tentang posisi pendidik
     informal
3. Minatnya di sekolah dan lebih banyak lagi bentuk-bentuk
     pendidikan tradisional yang menunjuk pada tidak perlunya
     mengabaikan bentuk-bentuk yang lebih tradisional.








6
Jean-Jacques Rousseau (Francis, 28 Juni 1712 – 02 Juli 1782)
Dalam bukunya The Social Contract tahun 1762, JJ Rousseau mengatakan bahwa manusia itu memiliki kebebasan sesuai dengan emosinya masing-masing. Dan hal ini merupakan sebuah ekspresi keyakinan bahwa kita rusak disebabkan oleh ulah masyarakat.
Dalam bukunya yang lain A Discourse on Political Economy dan Considerations for the Government of Poland, kita mendapat gambaran bahwa Pendidikan Umum adalah untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Manusia harus belajar untuk hidup lebih layak, sebagaimana pada saat kita lahir mengambil bagian hak-hak kewarganegaraan kita, pada saat itu seharusnya
Menjadi titik awal pelaksanaan tugas kita sebagai makhluk pedagogik yang mempunyai kebebasan untuk belajar. Alam akan mengajarkan kita bagaimana kita seharusnya belajar dan berperilaku sebagai makhluk hidup yang mempunyai berbagai kelebihan bahkan nyaris sempurna. Alam adalah guru yang baik sekaligus kawan bagi umat manusia.

7
Jerome Seymour Bruner (Amerika Serikat, 01 Oktober 1915 – 05 Juni 2016)
Dalam bukunya The Process of Education tahun 1960 JS Bruner menggambarkan tema-tema kunci sebagai berikut :
1. Peran struktur dalam pembelajaran dan bagaimana hal itu
     dijadikan pusat mengajar
2. Kesiapan untuk belajar
3. Berfikir intuitif dan analitis
4. Motif untuk belajar
     Di zaman peningkatan spectatorship, motivasi belajar harus benar-benar dijaga dari kejenuhan, mereka sebisa mungkin harus bersemangat dengan melakukan inovasi belajar dari apa yang bisa dipelajari dan mereka harus tetap bebas dan beragam dalam ekspresi.
     Kami mengajarkan subjek bukan untuk menghasilkan perpustakaan hidup tentang hal itu, melainkan supaya siswa berpikir secara matematis bagi dirinya sendiri , untuk mempertimbangkan hal-hal sebagai seorang sejarawan dan untuk mengambil bagian dalam proses mendapatkan pengetahuan. Karena pengetahuan adalah sebuah proses bukan produk.

8
Johan Heinrich Pestalozzi (Swiss, 12 Januari 1746 – 17 Februari 1827)
Apa arti penting pendidik informal sekarang ?
1. Ada keprihatinan terhadap keadilan social dan komitmen
     untuk bekerja dengan mereka yang telah menderita dalam
     masyarakat
2. Tidak dapat diragukan lagi bahwa dalam setiap ruang tamu,
     keluarga selalu berkumpul yang merupakan unsur dasar
     pendidikan bagi seluruh umat manusia
3. Ada kekhawatiran dengan keseimbangan antara unsur-unsur
     kepala, tangan, dan hati
4. JH Pestalozzi adalah contoh praktisi reflektif klasik, yang
     sudah banyak terlibat dengan beberapa tindakan dan
     eksperimen
5. Berusaha menggabungkan antara pendidikan dan pekerjaan.
     sekolah menjadi unit produksi sehingga anak-anak bisa
     membiayai belajar mereka sendiri. Selain itu sekolah dapat
     bebas dari campur tangan Negara.
6. Berjuang melawan tirani metode dan “kebenaran”.


9
Maria Montessori (Italy,
31 Agustus 1870 – 06 Mei 1952)
Taman anak-anak atau rumah anak-anak atau dalam bahasa Italy Casa dei Bambini merupakan bagian dari pembangunan kembali daerah kumuh, yang dirancang untuk menyediakan yang ramah bagi anak-anak untuk hidup dan belajar.
Penekannya adalah pada pengembangan penentuan nasib sendiri (self determination) dan realisasi diri (self realization) anak-anak.
Pendidik taman anak-anak adalah penjaga lingkungan hidup.
Fokus pada realisasi diri melalui kegiatan mandiri, kekhawatiran dengan sikap, dan berfokus pada pendidik  sebagai penjaga lingkungan hidup (dan memanfaatkan kekuatan ilmiah mereka observasi dan refleksi) semua memiliki beberapa gema dalam karya pendidik informal.
10
Howard Gardner
 (Amerika Serikat,
11 Juli 1943 – Sekarang)
Dalam bukunya Frames of Mind, Howard Gardner memandang kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi nyata.
Adapun kecerdasan ganda (multiply intelegent) meliputi :
1. Kecerdasan Linguistik (Linguistic Intelligence)
2. Kecerdasan Logika-Matematika (Logical-mathematical
     Intelligence)
3. Kecerdasan music (Musical Intelligence)
4. Kecerdasan Kinestetik (Bodily-Kinesthetic Intelligence)
5. Kecerdasan Intelejen (Spatial Intelligence)
6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence).

Menurut Howard Gardner ada 4 syarat khusus yang harus dipenuhi oleh setiap kecerdasan supaya bisa dimasukkan kedalam teorinya :
1. Setiap kecerdasan dapat dilambangkan (matematika ada
     Lambing, music lambangnya not, kinestetik lambangnya
     Bahasa non verbal)
2. Setiap kecerdasan mempunyai riwayat perkembangan
     (kecerdasan paling awal muncul adalah Musik lalu Logis-
     Matematis)
3. Setiap kecerdasan rawan terhadap cacat akibat kerusakan
     atau cedera pada wilayah otak tertentu (orang dengan
     kerusakan pada otak kiri/Lobus Frontal, tidak mampu
     berbicara atau menulis dengan mudah tapi mampu menyanyi
     melukis dan menari dengan baik, Orang dengan kerusakan
     pada otak kanan bagian Lobus Temporal,kesulitan di bidang
     musik tapi mampu bicara, membaca, dan menulis dengan
     baik, orang dengan kerusakan pada otak kanan bagian Lobus
     Oksipital akan kesulitan dalam mengenali wajah,
     membayangkan atau mengamati detail visual. Thomas
     Amstrong, 1999, hal. 8).
4. Setiap kecerdasan mempunyai keadaan akhir berdasar nilai
     budaya (tidak harus matematis-logis, spatial, atau harus
     music tapi tergantung pada masing-masing budayanya
     misalnya kemampuan naik kuda, melacak jejak, dll dalam
     budaya tertentu itu sangat penting).

Sumber Pustaka :
Pendidikan Nonformal dan Informal

Oleh Elih Sudiapermana

Jumat, 01 Desember 2017

HEWAN DAN TUMBUHAN SAJA PUASA MASA MANUSIA TIDAK MAU PUASA

HEWAN DAN TUMBUHAN SAJA PUASA
MASA MANUSIA TIDAK MAU PUASA

NO
NAMA HEWAN/TUMBUHAN
WAKTU PUASA
TUJUAN PUASA
1
Ikan Salmon
Saat migrasi (dari laut menuju sungai tempat asal menetas) dengan jarak kurang lebih 1.600 KM, dengan durasi 1 bulan lebih. Proses reproduksi berlangsung selama migrasi, dan akan menetas setelah sampai di sungai tempat asalnya. Migrasi dilakukan setelah tinggal di laut 4-7 tahun.
# Meningkatkan kualitas sperma dan sel telur untuk generasi yg lebih baik.
# untuk salmon betina, sebagai ruang di dalam perut untuk menampung 2.000-10.000 telurnya.
# untuk salmon jantan, sebagai ruang di dalam perut untuk menyimpan spermanya.
# Mempertajam instingnya untuk menuntun mereka menuju sungai tempat asalnya menetas.
2
Ulat
Puasa selama masa pupa atau kepompong. Lamanya tinggal di dalam kepompong antara 14-16 hari.
# Agar tubuhnya hancur dan hanya menyisakan beberapa sel yang kemudian tumbuh menjadi kupu-kupu.
# Proses penyerbukan bunga
# untuk perubahan jati diri yang “lebih baik”, dari yang tadinya makhluk “menjijikkan’ berubah menjadi seekor kupu-kupu yang indah rupawan.
3
Kukang
Seharian penuh atau beberapa hari (dengan cara menggulung badannya)  selama belum benar-benar lapar
# Puasanya lebih disebabkan oleh sifatnya yang pemalas, jadi tidak punya tujuan tertentu.
4
Ayam dan Ular
Selama mengerami telurnya
# Bagi ayam dan ular, agar suhu tubuhnya naik sehingga baik untuk proses mengerami, dan untuk menjaga struktur kulitnya agar tetap keras sehingga terlindung dari sengatan matahari/duri, serta untuk kelangsungan regenerasi
# Bagi ular, puasa dijadikan alasan untuk istirahat dan peremajaan fisik sehingga ada istilah “ganti kulit”.
5
Tumbuhan Jati (dan Tumbuhan keras lainnya)
Selama musim panas (dengan cara menggugurkan seluruh daunnya)
# Melakukan efektifitas dan efisiensi kegiatan karena kelangkaan sumber makanan.
6
Beruang
Selama musim dingin, dengan cara “hibernasi” atau tidur sepanjang musim dingin. Lamanya kurang lebih 12 minggu atau tiga bulan.
# Untuk bertahan hidup. Pada musim dingin sumber makanan biasanya menjadi langka.
7
Unta
Dalam menempuh perjalanan yang jauh
# telah mempersiapkan bekal yang cukup untuk menghadapi perjalanan jauh (Bekal ada di punuknya)
8
Penguin
Saat mengerami telurnya. Kurang lebih dua bulan.
# untuk kelangsungan regenerasi.
9
Anjing
Ketika marah besar atau ketika sedih ditinggal majikannya
# Mengobati rasa kecewa karena sudah marah-marah/ditinggal majikannya
10
Buaya
Selama musim panas, dengan cara “aestivasi” atau tidur sepanjang musim panas.
# makanan untuk buaya di musim panas menjadi langka
# untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan.
11
Gajah
Ketika menderita luka dalam tubuh
# untuk terapi jiwa
12
Kucing
Ketika terserang penyakit, baik penyakit dalam/luar tubuh.
# untuk terapi jiwa
13
Beruang Putih Betina
Selama musim dingin, dengan cara mengubur diri di bawah gumpalan salju tebal
# untuk memperlancar proses kelahiran
14
Katak
Selama musim dingin, dengan cara hibernasi kurang lebih selama 16 (enam belas) bulan.
# Menyiasati langkanya sumber makanan
15
Mudskipper atau Lungfish
Berpuasa dengan cara berhibernasi selama kurang lebih 4 (empat ) tahun.
# untuk pemulihan jaringan otot tubuhnya.

Sumber Pustaka :
1. “Puasa Obat Dahsyat” Oleh Ustadz Mustamir Pedak, S.Ked.

2. Sumber Lain